February 27, 2024

Hizaki adalah seorang gitaris dan komposer asal Jepang yang terkenal sebagai anggota dari band visual kei Versailles. Ia juga memiliki proyek solo bernama Hizaki Grace Project dan Hizaki, serta berkolaborasi dengan banyak musisi dan band lain. Hizaki dikenal sebagai salah satu gitaris paling cepat dan teknis di Jepang, dengan pengaruh dari gitaris-gitaris seperti Yngwie Malmsteen, Randy Rhoads, Eddie Van Halen, dan Michael Schenker.

Namun, bagaimana sebenarnya sejarah gitaris Hizaki? Bagaimana ia mulai belajar gitar dan apa saja pengaruh-pengaruh yang membentuk musikalitasnya? Berikut adalah beberapa fakta menarik tentang sejarah gitaris Hizaki yang mungkin belum Anda ketahui.

Awal Mula Belajar Gitar
Hizaki lahir pada tanggal 17 Februari 1979 di Kyoto, Jepang. Ia mulai belajar gitar saat ia berusia 14 tahun, setelah mendengar lagu “Crazy Train” dari Ozzy Osbourne. Ia terpesona oleh kecepatan dan keindahan permainan gitar Randy Rhoads, dan memutuskan untuk mengikuti jejaknya. Ia juga terinspirasi oleh gitaris-gitaris lain seperti Yngwie Malmsteen, Eddie Van Halen, Michael Schenker, dan Akira Takasaki.

Hizaki berlatih gitar dengan sangat rajin dan disiplin, dengan tujuan untuk menjadi gitaris terbaik di dunia. Ia menghabiskan waktu berjam-jam setiap hari untuk mempelajari teknik-teknik gitar yang sulit dan kompleks, seperti alternate picking, sweep picking, legato, tapping, string skipping, arpeggio, dan lain-lain. Ia juga mencoba untuk mengembangkan gaya bermainnya sendiri yang berbeda dari gitaris-gitaris lain.

Pengalaman Bermain di Band-Band Sebelum Versailles
Sebelum bergabung dengan Versailles, Hizaki pernah bermain di beberapa band lain dengan genre yang berbeda-beda. Salah satu band pertamanya adalah Garnet Grave (1997-1999), sebuah band visual kei yang beraliran gothic metal. Band ini sempat merilis satu demo tape yang berjudul “The End of the Century” pada tahun 1998.

Selain Garnet Grave, Hizaki juga pernah bermain di band-band seperti Crack Brain (1999-2002), sebuah band visual kei yang beraliran thrash metal; Schwardix Marvally (2003-2004), sebuah band visual kei yang beraliran symphonic metal; Sulfuric Acid (2005-2006), sebuah band visual kei yang beraliran industrial metal; Hizaki Grace Project (2004-sekarang), sebuah proyek solo Hizaki yang menggabungkan metal dengan musik klasik; dan Hizaki (2016-sekarang), sebuah proyek solo Hizaki yang lebih fokus pada musik instrumental.

Pembentukan Versailles
Versailles adalah band visual kei yang dibentuk oleh Hizaki bersama dengan vokalis Kamijo pada tahun 2007. Nama Versailles berasal dari nama istana kerajaan Prancis yang menjadi simbol kemegahan dan keindahan. Band ini awalnya terdiri dari Hizaki (gitar), Kamijo (vokal), Teru (gitar), Jasmine You (bass), dan Yuki (drum). Band ini memiliki konsep “the absolute youshikibi (be

Perkembangan Musikal Versailles
Versailles merilis album pertama mereka yang berjudul Noble pada tahun 2008, yang menampilkan lagu-lagu yang sangat cepat, teknis, dan melodis. Album ini juga menampilkan beberapa elemen musik klasik dan sinfonik. Album ini mendapatkan pujian dari kritikus dan penggemar musik, dan membuat Versailles menjadi salah satu band visual kei terpopuler di dunia.
Versailles kemudian merilis album kedua mereka yang berjudul Jubilee pada tahun 2010, yang melanjutkan gaya musik mereka yang cepat dan melodis. Album ini juga menampilkan beberapa eksperimen musikal, seperti penggunaan piano, biola, dan saksofon. Album ini juga menampilkan lagu-lagu yang menjadi hits besar, seperti “Ascendead Master”, “Ai to Kanashimi no Nocturne”, dan “Catharsis”.

Versailles kemudian merilis album ketiga mereka yang berjudul Holy Grail pada tahun 2011, yang merupakan album pertama mereka yang dirilis oleh label major Warner Music Japan. Album ini juga merupakan album konsep yang bercerita tentang perjalanan seorang ksatria untuk mencari cawan suci. Album ini juga menampilkan beberapa elemen musik klasik dan sinfonik, serta kolaborasi dengan vokalis wanita Yuki dari band Matenrou Opera. Album ini juga menampilkan lagu-lagu seperti “Masquerade”, “Philia”, dan “Holy Grail”.

Pada tahun 2012, bassis Jasmine You meninggal dunia karena penyakit yang tidak diketahui. Ia kemudian digantikan oleh Masashi pada tahun 2013. Band ini kemudian merilis album keempat mereka yang berjudul Versailles pada tahun 2012, yang merupakan album terakhir mereka sebelum hiatus. Album ini menampilkan lagu-lagu yang lebih variatif dan eksperimental. Album ini juga menampilkan lagu-lagu seperti “Rose”, “Truth”, dan “Rhapsody of the Darkness”.

Setelah hiatus selama tiga tahun, Versailles kembali aktif pada tahun 2015 dengan formasi yang sama. Band ini kemudian merilis album kelima mereka yang berjudul The Greatest Hits 2007-2016 pada tahun 2016, yang merupakan album kompilasi dari lagu-lagu terbaik mereka selama sembilan tahun. Album ini juga menampilkan dua lagu baru yaitu “La Musique” dan “Chandelier”.

Versailles kemudian merilis album keenam mereka yang berjudul Lineage ~Bara no Matsuei~ pada tahun 2017, yang merupakan album mini yang berisi lima lagu baru. Album ini juga merupakan album konsep yang bercerita tentang keturunan dari keluarga kerajaan Prancis. Album ini juga menampilkan beberapa elemen musik klasik dan sinfonik.

Kesuksesan dan Pengakuan Hizaki
Hizaki telah membuktikan dirinya sebagai salah satu gitaris paling cepat dan teknis di Jepang, dengan menguasai berbagai teknik gitar yang sulit dan kompleks. Ia juga memiliki gaya bermain yang unik dan kreatif, yang sering meniru suara-suara dari musik klasik dan sinfonik. Ia juga memiliki penampilan yang cantik dan glamor, yang membuatnya menjadi salah satu ikon dari visual kei.

Hizaki telah mendapatkan banyak penghargaan dan pengakuan dari dunia musik, baik di Jepang maupun di luar negeri. Ia pernah masuk ke dalam daftar “Top 25 Guitarists of All Time” oleh Guitar World Jepang pada tahun 2009. Ia juga pernah masuk ke dalam daftar

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *