April 20, 2024

John Petrucci adalah seorang gitaris yang terkenal sebagai salah satu pendiri dan anggota band progressive metal Dream Theater. Ia juga memiliki karier solo yang sukses dengan mengusung genre musik rock, metal, dan instrumental. Ia dianggap sebagai salah satu gitaris terbaik dan paling berpengaruh di dunia. Berikut ini adalah sejarah perjalanan karier gitaris John Petrucci.

Kehidupan Awal
John Petrucci lahir dengan nama John Peter Petrucci pada 12 Juli 1967 di Kings Park, New York, Amerika Serikat. Ia berasal dari keluarga keturunan Italia. Ia mulai belajar bermain gitar pada usia 8 tahun karena ingin meniru kakak perempuannya yang bermain organ. Ia terinspirasi oleh gitaris-gitaris seperti Jimmy Page, Tony Iommi, Angus Young, Alex Lifeson, Steve Howe, Dave Murray, Steve Morse, dan James Hetfield.

John Petrucci bergabung dengan band pertamanya yang bernama The Nightmare pada usia 12 tahun. Ia kemudian bermain di beberapa band lokal lainnya seperti The Legend of Maxx dan Centurion. Ia juga sempat berkolaborasi dengan penyanyi Kevin Moore.

Karier Internasional
John Petrucci melanjutkan pendidikannya di Berklee College of Music di Boston bersama teman masa kecilnya John Myung (bass). Di sana mereka bertemu dengan Mike Portnoy (drum) dan membentuk band Majesty pada tahun 1985. Band ini kemudian berganti nama menjadi Dream Theater karena sudah ada band lain dengan nama yang sama. Band ini juga merekrut Kevin Moore (keyboard) dan Charlie Dominici (vokal) sebagai anggota.
John Petrucci berperan sebagai gitaris, penulis lagu, dan produser dalam Dream Theater.

Ia berkontribusi dalam penulisan dan rekaman album-album seperti When Dream and Day Unite (1989), Images and Words (1992), Awake (1994), A Change of Seasons (1995), Falling into Infinity (1997), Metropolis Pt. 2: Scenes from a Memory (1999), Six Degrees of Inner Turbulence (2002), Train of Thought (2003), Octavarium (2005), Systematic Chaos (2007), Black Clouds & Silver Linings (2009), A Dramatic Turn of Events (2011), Dream Theater (2013), The Astonishing (2016), dan Distance over Time (2019).

Selain Dream Theater, John Petrucci juga memiliki karier solo yang sukses dengan merilis album-album seperti Suspended Animation (2005) dan Terminal Velocity (2020). Ia juga pernah bermain bersama beberapa musisi dan band ternama seperti Joe Satriani, Steve Vai, John Petrucci Trio, Liquid Tension Experiment, Explorers Club, G3, Transatlantic, Yellow Matter Custard, Hammer of the Gods, Cygnus and the Sea Monsters, Neal Morse Band, Sons of Apollo, dan banyak lagi.

Kehidupan Pribadi
John Petrucci menikah dengan Rena Sands pada tahun 1993. Rena adalah seorang gitaris yang pernah bermain di band Meanstreak bersama saudara kembar Mike Portnoy. Mereka memiliki tiga anak bernama Reny Andrea, Kiara Eve, dan Samantha Rose. Mereka tinggal di St. James, New York.

John Petrucci memiliki banyak gitar yang ia koleksi dan gunakan. Ia terkenal dengan gitar Ernie Ball Music Man yang ia desain sendiri dengan bentuk dan warna yang unik. Ia juga memiliki gitar Ibanez, Gibson, Fender, Martin, Taylor, Yamaha, Ovation

Kehidupan Pribadi
John Petrucci memiliki banyak gitar yang ia koleksi dan gunakan. Ia terkenal dengan gitar Ernie Ball Music Man yang ia desain sendiri dengan bentuk dan warna yang unik. Ia juga memiliki gitar Ibanez, Gibson, Fender, Martin, Taylor, Yamaha, Ovation, dan lain-lain. Ia juga bisa bermain bass, keyboard, drum, mandolin, dan banjo.

John Petrucci juga dikenal sebagai seorang penggemar film dan buku fiksi ilmiah. Ia sering mengambil inspirasi dari karya-karya seperti Star Wars, The Matrix, The Lord of the Rings, The Chronicles of Narnia, The Hitchhiker’s Guide to the Galaxy, dan lain-lain. Ia juga sering membuat lagu-lagu yang terinspirasi dari film dan buku tersebut seperti The Count of Tuscany, The Best of Times, The Enemy Inside, The Gift of Music, dan lain-lain.

Warisan
John Petrucci meninggalkan warisan yang besar bagi dunia musik, khususnya musik rock dan metal. Ia dihormati dan dihargai oleh banyak musisi dan penggemar musik sebagai salah satu gitaris terbaik sepanjang masa. Ia juga memberi pengaruh bagi banyak gitaris muda yang mengagumi gaya bermainnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *